Lombok Utara, DTulis.com - Keterbatasan kouta tiket yang diberikan oleh Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) membuat para Tour Operator (TO) kuwalahan untuk mengatur jadwal para tamu.
Lebih lagi, Asosiasi TO Senaru (ATOS) menilai kebijakan TNGR yang memberikan kouta 240 perhari sangat sedikit mengingat promosi yang dilakukan para TO untuk mendatangkan tamu.
Selain itu, ATOS juga meminta agar TNGR memberikan tambahan kouta bagi TO yang memiliki izin agar bisa mengakomodir tamu yang datang.
"Kalo tiketnya terbatas, ada tamu datang dan tidak dapat tiket kan malu kita. Udah promosi sana-sini tapi kebijakan TNGR malah membatasi kita dengan kouta 240 per hari," ujar ATOS kepada media ini, Kamis(27/3/2025).
Lebih lanjut, ia juga berharap pihak TNGR bisa segera merealisasi penambahan kouta dimana lombok merupakan salah satu tujuan wisata juga.
"Kalo begini terus, lama lama daerah kita terkesan buruk pelayanannya di mata tamu lantaran tidak dapat tiket nantinya," terang ATOS
Sementara itu, ATOS juga menjelaskan bahwa kouta tiket 240 per hari dianggap masih kurang untuk mengakomodir tamu yang ingin berkunjung untuk nelihat keindahan Gunung Rinjani.
"Kebijakan TNGR juga tidak melibatkan seluruh anggota asosiasi, seharusnya semua anggota asosiasi dilibatkan jangan pilih pilih," pungkasnya.
ATOS juga memaparkan bahwa kouta tiket sebanyak 240 jika dibagi ke anggota sebanyak 200 TO masing-masing hanya mendapatkan 1-2 tiket.
"Coba bayangkan kita anggota ATOS ada 200 TO sementara tiket ada 240 per hari. Jika dibagi itu hanya 1-2 orang bahkan kurang. Dengan kebijakan TNGR yang tiap tahunnya tidak ada penambahan kouta seakan akan membunuh usaha kami para TO, " tegas ATOS.
Selain itu, jika terus seperti ini, tidak hanya para TO, bahkan UMKM di sekitar lingkar rinjani juga akan merasakan dampaknya. Bahkan tidak ada peningkatan ekonomi kedepannya.
"TNGR yang mendelegasi kebijakan ke forum, bahkan forum tidak bisa mengakomodir aspirasi anggota asosiasi," tutup ATOS.
0 Komentar